DESKRIPSI KOTA REMBANG


Kabupaten Rembang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Rembang
Lambang Kabupaten Rembang.png
Lambang Kabupaten Rembang
Motto: Rembang Bangkit
Locator kabupaten rembang.png
Peta lokasi Kabupaten Rembang
Koordinat: 111000′ – 111030′ Bujur Timur dan 6030′ – 706′ Lintang Selatan
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal
Ibu kota Rembang
Pemerintahan
 – Bupati H. Moch. Salim
 – DAU Rp. 468.987.872.000,-(2011)[1]
Luas 1.014,10 km2
Populasi
 – Total 577.000 jiwa (2003)
 – Kepadatan 568,98 jiwa/km2
Demografi
 – Suku bangsa Jawa
 – Agama Islam, Kejawen, Konghucu
 – Bahasa Indonesia, Jawa, Arab
 – Zona waktu WIB
 – Kode area telepon 0295, 0356
Pembagian administratif
 – Kecamatan 14
 – Kelurahan 287/7
 – Flora resmi Kawista
 – Fauna resmi Kijang
 – Situs web http://www.rembangkab.go.id/

Kabupaten Rembang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Rembang. Kabupaten ini berbatasan dengan Teluk Rembang (Laut Jawa) di utara, Kabupaten Tuban (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Blora di selatan, serta Kabupaten Pati di barat.

Makam pahlawan pergerakan emansipasi wanita Indonesia, R. A. Kartini, terdapat di Kabupaten Rembang, yakni di jalur Rembang-Blora (Mantingan).

Sejarah Rembang

Sumber lain tentang Rembang dapat diambil dari sebuah manuskrip/tulisan tidak di terbitkan oleh Mbah Guru. Di sebutkan antara lain: “…kira-kira tahun Syaka 1336 ada orang Campa Banjarmlati berjumlah delapam keluarga yang pandai membuat gula tebu ketika ada di negaranya…”Orang-orang tadi pindah untuk membuat gula merah yang tidak dapat di patahkan itu.Berangkatnya melalui lautan menuju arah barat hingga mendarat di sekitar sungai yang pinggir dan kanan kirinya tumbuh tak teratur pohon bakau. Kepindahannya itu di pimpin oleh kakek Pow Ie Din; setelah mendarat kamudian mengadakan do’a dan semedi, kemudian di mulai menebang pohon bakau tadi yang kemudian di teruskan oleh orang-orang lainnya.

Tanah lapang itu kemudian di buat tegalan dan pekarangan serta perumahan yang selanjutnya menjadi perkampungan itu dinamakan kampung : KABONGAN; mengambil kata dari sebutan pohon bakau, menjadi Ka-bonga-an (Kabongan),…. Pada suatu hari saat fajar menyingsing di bulan Waisaka; orang-orang akan mulai ngrembang (mbabat,Ind : memangkas) tebu. Sebelum di mulai mbabat diadakan upacara suci Sembayang dan semedi di tempat tebu serumpun yang akan dikepras/di pangkas dua pohon, untuk tebu “Penganten”.Upacara pengeprasan itu dinamakan “ngRembang”, sampai di jadikan nama Kota Rembang hingga saat ini.”Menurut Mbah Guru, upacara ngRembang sakawit ini dilaksanakan pada hari Rabu Legi, saat di nyanyikan Kidung, Minggu Kasadha. Bulan Waisaka, Tahun Saka 1337 dengan Candra Sengkala : Sabda Tiga Wedha Isyara.

Geografi

Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Propinsi Jawa Tengah dan dilalui jalan Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura), terletak pada garis koordinat 111000′ – 111030′ Bujur Timur dan 6030′ – 706′ Lintang Selatan. Laut Jawa terletak disebelah utaranya, secara umum kondisi tanahnya berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter di atas permukaan air laut. Adapun batas- batasnya antara lain:

• Sebelah Utara  : Laut Jawa • Sebelah Timur  : Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur • Sebelah Selatan : Kabupaten Blora • Sebelah Barat  : Kabupaten Pati

Kabupaten Rembang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi gerbang sebelah timur Provinsi Jawa Tengah. Daerah perbatasan dengan Jawa Timur (seperti di Kecamatan Sarang, memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban (Jawa Timur).

Bagian selatan wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah perbukitan, bagian dari Pegunungan Kapur Utara, dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter). Sebagian wilayah utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (ketinggian 806 meter). Kawasan tersebut kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering.

Pembagian administratif

Kabupaten Rembang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas 287 desa dan 7 kelurahan serta memiliki luas wilayah meliputi 101.408 ha. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Rembang.

Fauna Identitas

Rembang memiliki fauna identitas yaitu Kijangalias Muntiacus muntjak, Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Rembang berharap PSIR Rembang selain diberi julukan Laskar Dampo Awang juga akan di beri julukan Kijang Lasem. Dinamakan Kijang Lasem karena Gunung Lasem hutanya yang lebat yang banyak Kijang disana. Selain itu KIjang adalah hewan yang termasuk cerdik, Jadi diharapkan tim PSIR Rembang menjadi tim yang cerdik melakukan serangan kegawang lawan.

Sumber Daya Alam

  • Perikanan Laut
  • Garam
  • Hasil Tambang
  • Legen
  • Siwalan
  • Ndog Jungan
  • Kawis
  • Batik Lasem

Seni Budaya

Kesenian budaya tradisional Rembang adalah:

  • Pathol Sarang
  • Thong-Thong Lek
  • Engklek
  • Sodhor
  • Jorit
  • Gacon
  • Kekean
  • Nekeran

Pariwisata

Gedung Sociëteit (tempat pertemuan orang Eropa) di Rembang (foto diambil sebelum tahun 1880)

Wisata Alam

Wisata Sejarah

Wisata Religi

Kuliner

Masakan

Masakan khas Kabupaten rembang, yaitu:

banyak sekali ditemukan di dekat laut, biasanya berada di desa tanjung sari dan sekitarnya, lebih tepatnya lagi berada di kota rembangnya, makanan ini lezat sekali, berisi ikan yang gede, dan ikan tersebut biasanya adalah ikan tongkol.

Berupa sate ayam kampung yang bumbunya terdiri dari cabe merah, gula merah, santan dan garam. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong.

Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau, bawang merah, bawang putih, garam dan santan kental. Sebagai sayur untuk makan siang/malam dalam menu sehari-hari.

Tempe dengan bumbu-bumbu cabe, bawang merah, bawang putih, asam (tomat) garam dan air. Biasanya ditambahkan juga ikan pindang. Sebagai sayur untuk makan siang (menu sehari-hari).

Sayur untuk makan siang/malam yang terbuat dari bahan-bahan petis ikan/udang, telur rebus/ceplok langsung dengan bumbu cabe, bawang putih, bawang merah, kunci, lengkuas, daun jeruk purut, garam dan ditambah santan kental.

Lontong dengan opor ayam kampung pedas khas desa Tuyuhan (Kecamatan Pancur). Makanan ini tidak pernah atau jarang dibuat ibu rumah tangga. Sebagai makanan sore hari/malam hari, biasanya sekitar jam 15.00 WIB sudah dijual di lokasi desa Tuyuhan di sepanjang pinggir jalan dengan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. Dan minumannya air putih yang ditempatkan di kenda (tanpa gelas).

Dibuat dari tepung beras, gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam, air pohon nira (legen); dan kalau suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas. Yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur) dan desa Mondoteko (Kecamatan Rembang).

Dibuat dari buah waluh, gula aren, air nira dan garam, yang rasanya sangat manis. Dan biasanya dimakan dengan Jadah. Jadah yang terkenal adalah dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).

Terbuat dari beras ketan putih, kelapa muda, garam yang ditumbuk halus (sewaktu masih panas) di atas keranjang yang Terbuat dari daun lontar/daun kelapa muda dan alat tumbuknya juga dilapis dengan daun lontar dan kelapa muda. Rasanya sangat gurih, kemudian dicetak persegi dan dibungkus dengan daun pisang (seperti lemper). Biasanya dimakan bersama dengan Jenang waluh, yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).

Terbuat dari beras ketan, kacang hijau, gula aren/gula pasir dan garam. Tempatnya dari daun lontar berlubang bulat kecil sebanyak 5 buah, kalau makan tinggal didudul (ditekan) saja, rasanya sangat manis dan gurih. Berasal dari desa Gunem Kecamatan Gunem.

Kerupuk udang dan tengiri dari kota rembang yang dioven/dibakar.

Terbuat dari tepung beras dan tepung tapioka, kacang tanah, garam, bawang putih dan air yang dicetak bulat-bulat kecil dan digoreng. Rasanya sangat gurih dan banyak disukai masyarakat.

Terbuat dari kacang tanah yang dipres (diambil minyaknya). Kemudian dibumbui bawang putih dan garam dan dioven.

Terbuat dari pohon nira (legen) dengan proses pemanasan, sehingga hasilnya seperti gula pasir/gula halus yang berwarna coklat.

Terbuat dari udang/ikan segar dengan proses pemanasan. Bau dan rasanya enak. Yang terkenal dari desa Bonang Kecamatan Lasem.

Minuman

Minuman Kabupaten rembang, yaitu:

Oleh-oleh

Oleh-oleh Kabupaten rembang, yaitu:

Potensi

  • Sentra Buah Kawista, di Desa …
  • Sentra Buah Duku Woro, di Desa Kragan
  • Sentra Pelelangan Ikan, di Desa Tasikagung
  • Industri Kue Dubeg, di Desa Mondoteko
  • Industri Jenang waluh & Jadah, di Desa Pohlandak
  • Industri Kaoya dudul, di Desa Gunem
  • Industri Terasi Petis Bonang, di Desa Bonang
  • Kerajinan Tempayan Tempat Air, di Desa Sidowayah
  • Kerajinan Batik Lasem, di Desa Lasem
  • Kerajinan Kulit Kerang, di Desa Tasikagung
  • Kerajinan Kuningan & Tembaga, di Desa Jolotundo

Nomor Darurat Rembang

Nomor penting dan darurat Kabupaten Rembang

  • Polres Rembang: (0295) 891110
  • Ambulans: 118
  • Pemadam Kebakaran: 113
  • RSUD Rembang: (0295) 691444
  • RSPD Rembang: (0295) 691613
  • PDAM Rembang: (0295) 6912455
  • PLN Rembang: (0295) 692539
  • Telkom: (0295) 691117

 

Perwakilan

DPRD Kabupaten Rembang hasil Pemilihan Umum Legislatif 2009 tersusun dari 11 partai politik, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi  %
Partai Demokrat 8 18
Partai Golkar 8 18
PKB 6 13
PPP 6 13
PDI-P 5 11
PAN 4 9
Partai Bulan Bintang 2 4
Partai Gerindra 2 4
PKNU 1 2
Partai Peduli Rakyat Nasional 1 2
Partai Pelopor 1 2
Total 45 100

Tokoh

Buku-Buku

Buku-buku yang berkaitan dengan Rembang:

Referensi

  1. ^ “Perpres No. 6 Tahun 2011”. 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

musik player

kalender ODA

Februari 2013
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Statistik Blog

  • 38,856 hits
%d blogger menyukai ini: