Menumbuhkan Profesionalisme Islami Dalam Diri Kita (KODE ETIK)


Menumbuhkan Profesionalisme Islami Dalam Diri Kita

Profesionalisme Menurut Islam

Profesionalisme adalah keikhlasan, keahlian, ketertiban, kesungguhan dan kejujuran dalam mengerjakan sesuatu hingga selesai dengan baik.

Ikhtiar Terbaik Seorang Muslim

Selalu berbuat yang terbaik adalah moto hidup seorang muslim. Semangat mengerjakan semua hal sebaik-baiknya adalah semangat hidup seorang yang menganut agama islam. Semua pekerjaan dalam pandangan seorang muslim adalah bagian dari ibadah dan penghambaan kepada Allah.

Mengerjakan Dengan Cara Terbaik

Seorang muslim selalu berusaha berbuat yang terbaik yang ia bisa, dan sama sekali tidak terganggu dengan hasil pekerjaan yang seringkali melemahkan semangat karena jauh dari yang didambakan.

Seringkali kegagalan itu adalah pelajaran dari Allah agar kita mampu menyempurnakan kerja kita lagi, memahami tujuan hakiki dari seluruh amal kita selama ini serta mammpu menarik esensi dan hikmah dari peristiwa yang menimpa kita. Amal dan sikap kita terhadap keberhasilan dan kegagalan itulah yang menunjukan kualitas diri kita.

Profesionalisme Muslim

Dasar Profesionalisme Dalam Islam

1. Pilar agama islam ada tiga macam, yaitu:
2. Iman sebagai basis moral
3. Islam sebagai ekspresi operasional
4. Ihsan sebagai cermin bagi kualitas operasional

Ihsan mencakup 3 hal utama, yaitu:

1. Ikhlashun niyyat: melakukan pekerjaan dengan motif bersih, murni karena Allah
2. Itqanul ‘amal: rapi dalam bekerja
3. Jaudatul ada’: melakukan dan menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas
Ciri Profesionalisme Dalam Islam
@ Bekerja secara profesional atau profesionalisme dalam pandangan islam dicirikan oleh 4 hal, yakni:
1. Mengahargai Waktu
2. Kafa’ah
3. Himmatul ‘amal
4. Amanah
ARTI DAN CIRI JABATAN PROFESIONAL

Pengertian jabatan profesional perlu dibedakan antara jenis pekerjaan yang menuntut dan dapat dipenuhi lewat pembiasaan melakukan keterampilan tertentu.

Ciri-ciri jabatan profesional tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bagi pelakunya secara nyata (defakto) dituntut berkecakapan kerja (keahlian) sesuai dengan tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya (cenderung ke spesialisasi).
b. Kecakapan dan keahlian bukan sekedar hasil pembiasaan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap serta menuntut pendidikan juga.
c. Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas.
d. Jabatan profesional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat dan atau negaranya.
JABATAN PROFESIONAL
1.Memeberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis
2.Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan tenaga profesional
3.Keberadaannya diakui dan diperlukan masyarakat
4.Mempunyai kewenangan yang disyahkan atau diberikan oleh pemerintah
5.Mempunyai peran dan fungsi yang jelas
6.Mempunyai kompetensi yang jelas dan terukur
7.Memiliki organisasi profesi sebagai wadah
8.Memiliki etika profesi
9.Memiliki standar pelayanan
10.Memiliki praktek
11.Memiliki standar pedidikan yang mendasari clan mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan
12.Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi
BAGAIMANA PROFESI ITU EKSIS?
1.Mempunyai organisasi dengan atribut-atributnya
2.Mempunyai pendataan keanggotaan
3.Mempunyai program kerja terjadwal dan terncana
4.Mempunyai sumber pembiayaan yang legal dan sehat
5.Mempunyai sistem pelayanan anggota dan masyarakat
6.Mempunyai networking lokal – regional dan internasional
7.Melaksanakan pembinaan anggota
8.Mempunyai sistem penilaian konduite dengan sanksi-sanksinya
ORGANISASI PROFESI

Di negara-negara maju pengaturan dan pengawasan suatu profesi merupakan tanggung jawab dari organisasi profesi melalui suatu lembaga konsil keprofesian yang mandiri dan dibentuk berdasarkan undang-undang (Acts).

 

Beberapa pedoman didalam organisasi profesi menurut Azrul Azwar (1998) adalah:

1.Didalam suatu profesi hanya terdapat suatu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi
2.Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi
3.Kegatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta merumuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi.

  Sesuai dengan peran itu maka organisasi profesi mempunyai fungsi antara lain:

1.Bidang pendidikan: menetapkan standar pendidikan dan pendidikan berkelanjutan
2.Bidang pelayanan: menetapkan standar profesi, ijin praktik, registrasi anggota serta menyusun dan memberlakukan kode etik profesi.
3.Bidang IPTEK: merencanakan, melaksanakan dan mengawasi riset dan perkembangan IPTEK dalam profesi tersbut.
4.Bidang kehidupan profesi: membina operasionalisasi organisasi profesi, membina kerjasama dengan pemerintah, masyarakat, profesi lain bahkan organisasi profesi sejenis dinegara lain, serta mengupayakan kesejahteraan anggotanya.
PERAN DAN FUNGSI ORGANISASI PROFESI

Organisasi profesi mempunyai peran antara lain sebagai:

1.Pembina, pengembang dan pengawas terhadap mutu pendidikan profesi tersebut.
2.Pembina – pengembangan dan pengawasan terhadap pelayanan profesi tsb.
3.Pembina dan pengembang dalam ilmu pengetahuan dan teknologi profesi tersebut
4.Pembina, pengembang dan pengawas kehidupan profesi
MANFAAT ORGANISASI PROFESI

Menurut Breckon (1989) organsisasi profesi memberi manfaat sebagai berikut:

1.Profesi akan lebih maju dan berkembang.
2.Ruang gerak profesi menjadi lebih luas dan tertib.
3.Warga profesi dapat menyalurkan aspirasi dan pendapatnya.
4.Anggota profesi dapat kesempatan untuk berkarya dan berperan aktif dalam memajukan profesi
KEPRIBADIAN KONSELOR ISLAMI
1.Seorang konselor adalah harus menjadi cermin bagi konsele.
2.Kemampuan bersimpati dan berempati yang melampaui dimensi duniawi.
3.Menjadikan konseling sebagai awal keinginan bertobat yang melegakan.
4.Sikap menerima penghormatan: sopan santun, menghargai eksistensi.
5.Keberhasilan konseling adalah sesuatu yang baru dikehendaki
6.Motivasi konselor: Konseling adalah suatu bentuk ibadah
7.Konselor harus menepati moralitas islam, kode etik, sumpah jabatan, janji.
8.Memiliki pikiran aliran kanan (positivis – moralis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

musik player

kalender ODA

Januari 2013
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Statistik Blog

  • 33,638 hits
%d blogger menyukai ini: